<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Digio Publishing</title>
	<atom:link href="http://digiopublishing.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://digiopublishing.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Apr 2009 16:18:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='digiopublishing.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Digio Publishing</title>
		<link>http://digiopublishing.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://digiopublishing.wordpress.com/osd.xml" title="Digio Publishing" />
	<atom:link rel='hub' href='http://digiopublishing.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Percetakan dan Penerbitan Buku</title>
		<link>http://digiopublishing.wordpress.com/2009/04/19/percetakan-dan-penerbitan-buku/</link>
		<comments>http://digiopublishing.wordpress.com/2009/04/19/percetakan-dan-penerbitan-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 16:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gwidianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Print on Demand]]></category>
		<category><![CDATA[Self Publishing]]></category>
		<category><![CDATA[BOD]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Printing]]></category>
		<category><![CDATA[POD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digiopublishing.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Perbedaan di Antara Keduanya Pengarang baru kadang masih sulit membedakan apa yang disebut penerbit dan apa yang disebut percetakan buku. Keduanya memang berkaitan dengan bisnis perbukuan, tetapi penerbit biasanya tidak/tidak perlu mempunyai percetakan, sebaliknya percetakan tidak usah pusing dengan proses penciptaan buku dan masalah hak cipta intelektual (HAKI).  Jika ditelusuri esensi bisnisnya, percetakan dapat dikatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=digiopublishing.wordpress.com&amp;blog=6994274&amp;post=16&amp;subd=digiopublishing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN"><strong>Perbedaan di Antara Keduanya</strong></span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Pengarang baru kadang masih sulit membedakan apa yang disebut penerbit dan apa yang disebut percetakan buku. Keduanya memang berkaitan dengan bisnis perbukuan, tetapi penerbit biasanya tidak/tidak perlu mempunyai percetakan, sebaliknya percetakan tidak usah pusing dengan proses penciptaan buku dan masalah hak cipta intelektual (HAKI).  Jika ditelusuri esensi bisnisnya, percetakan dapat dikatakan merupakan bisnis nilai tambah kertas. Mengapa demikian? Karena percetakan bermodalkan dua komoditas, kertas dan tinta, lalu menambahkan nilai dengan menyatukan keduanya. Penerbitan dapat dikatakan sebagai perusahaan pemegang HAKI yang harus memasarkan apa yang telah diprosesnya menjadi komoditas bernama buku.</span><br />
<span style="font-weight:normal;"><span id="more-16"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN"><strong>POD Ikut Berkiprah</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN">Pada satu dekade belakangan ini, print on demand (POD) ikut menyemarakkan bisnis perbukuan dengan menawarkan cara baru mencetak dan buku. Seperti pernah diuraikan pada artikel dalam blog ini (“Mengapa Print On Demand&#8221;), POD memungkinkan penerbit memesan pencetakan buku dalam jumlah relatif kecil. Jika pada sistem cetak konvensional (offset) penerbit harus mencetak dengan jumlah relatif besar (biasanya di atas 1.000 eksemplar), maka pada POD penerbit dapat memesan cetak hanya beberapa puluh atau ratus eksemplar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN">Konsekuensinya adalah modal yang dikeluarkan dari kocek penerbit menjadi relatif kecil. Pengarang yang biasanya menganggap penerbitan buku sebagai bisnis serius (dalam hal modal yang harus ditanamkan), kini mulai dapat berhitung untuk menerbitkan bukunya sendiri jika menginginkan naskahnya cepat terbit tanpa harus bergantung pada penerbit. Inilah yang belakangan disebut sebagai self-publishing. Jika self-publisher menjamur, maka peran penerbit sebagai perantara antara pengarang dan pasar mungkin tidak diperlukan lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN"><strong>Pemasaran Self Publishing</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN">Pemasaran tentunya perlu dipikirkan oleh mereka yang menerbitkan bukunya sendiri. Jika self publisher sulit menembus jaringan toko buku pengedar buku-buku terbitan penerbit besar, ia dapat mencoba memasarkan bukunya lewat toko buku online yang biasanya masih &#8220;indie&#8221; juga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN">Sudah barang tentu persyaratan dan ketentuan yang berlaku pada toko buku online mirip dengan yang berlaku pada toko buku konvensional, tetapi dengan kemudahan tertentu karena banyak yang masih bersifat indie tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN">Digio Publishing adalah salah satu layanan di dunia penerbitan dengan menggunakan teknologi digital printing. </span><span>Dengan teknologi ini, layanan yang diberikan Digio adalah layanan POD alias print on demand. Dengan sistem ini, Digio dapat berperan sebagai penerbit maupun sebagai percetakan. Era baru penerbitan tidak dapat dihindarkan yaitu makin mudahnya upaya di bidang penerbitan berkat perkembangan teknologi cetak dengan sistem POD-nya.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/digiopublishing.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/digiopublishing.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/digiopublishing.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/digiopublishing.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/digiopublishing.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/digiopublishing.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/digiopublishing.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/digiopublishing.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/digiopublishing.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/digiopublishing.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/digiopublishing.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/digiopublishing.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/digiopublishing.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/digiopublishing.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=digiopublishing.wordpress.com&amp;blog=6994274&amp;post=16&amp;subd=digiopublishing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digiopublishing.wordpress.com/2009/04/19/percetakan-dan-penerbitan-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee101f0cbcdaee0b99933df1e0d3d2b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gwidianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Print On Demand?</title>
		<link>http://digiopublishing.wordpress.com/2009/04/19/mengapa-print-on-demand/</link>
		<comments>http://digiopublishing.wordpress.com/2009/04/19/mengapa-print-on-demand/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 01:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gwidianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Print on Demand]]></category>
		<category><![CDATA[Self Publishing]]></category>
		<category><![CDATA[BOD]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Printing]]></category>
		<category><![CDATA[POD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digiopublishing.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Print On Demand (POD) adalah salah satu hasil dari kemajuan teknologi digital. Teknologi komputer memainkan peran penting pada sistem ini dan POD adalah proses cetak yang terbentuk karena adanya cetak digital (digital printing). Lewat cetak digital, tahap tertentu yang harus dilakukan pada sistem cetak konvensional tidak lagi diperlukan. Karena proses yang lebih sederhana, maka cetak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=digiopublishing.wordpress.com&amp;blog=6994274&amp;post=9&amp;subd=digiopublishing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Print On Demand (POD) adalah salah satu hasil dari kemajuan teknologi digital. Teknologi komputer memainkan peran penting pada sistem ini dan POD adalah proses cetak yang terbentuk karena adanya cetak digital (digital printing). Lewat cetak digital, tahap tertentu yang harus dilakukan pada sistem cetak konvensional tidak lagi diperlukan. Karena proses yang lebih sederhana, maka cetak digital memungkinkan orang menghemat biaya dan waktu untuk jumlah cetak tertentu.</p>
<p><strong>Cetak Konvensional </strong></p>
<p>Sistem cetak konvensional—yang biasa disebut cetak offset—mempunyai rantai proses yang panjang. Secara sederhana proses itu terbagi dua: pra-cetak dan cetak (pre-press dan press). Orang mempersiapkan art-work atau naskah pada proses pra-cetak. Jika naskah itu adalah naskah buku, setelah melewati tahap penyuntingan, diperlukan penata-letakan (lay out). Setelah selesai ditata, naskah dinyatakan siap cetak (camera ready). Mengapa disebut camera-ready? Karena itu artinya naskah siap untuk direkam dengan kamera alias difoto. Isi naskah direkam ke dalam lembaran-lembaran film. Proses selanjutnya adalah memindahkan isi naskah dari lembaran film ke atas pelat cetak.</p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<p>Proses cetak dimulai setelah percetakan menerima atau memiliki pelat cetak naskah. Dengan pelat cetak itulah percetakan memulai proses cetaknya di atas mesin cetak atau mesin offset. Karena menggunakan film dan pelat, maka cetak ofset mensyaratkan jumlah cetak atau tiras tertentu agar biaya cetak per buku tidak menjadi terlalu mahal. Dari sinilah di kalangan penerbit timbul istilah “kutukan 3000 eksemplar” karena biasanya penerbit perlu mencetak bukunya dengan jumlah minimal 3.000 eksemplar agar didapat harga jual buku yang ekonomis.</p>
<p><strong> Cetak Digital </strong></p>
<p>Pada cetak digital, percetakan tidak lagi perlu merekam naskah ke dalam film dan pelat. Naskah siap cetak, dapat langsung dicetak di mesin cetak. Mengapa demikian? Karena mesin cetak digital bekerja dengan menerima naskah (materi cetak) langsung dari komputer, tanpa memerlukan pelat cetak. File naskah siap cetak yang ada di komputer dikirim langsung ke mesin untuk dicetak, layaknya seperti jika anda mencetak data dari komputer dengan menggunakan printer desk-jet atau toner. Proses pembuatan film dan pelat yang memakan waktu dan biaya tidak lagi diperlukan. Ini berarti pada dasarnya tidak diperlukan jumlah minimal cetak. Pencetakan naskah dapat dilakukan dengan jumlah dan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan dan ukuran kantong. Pada hakikatnya cetak digital memang lebih ekonomis dan efisien untuk tiras kecil. Bukan itu saja fitur yang ditawarkan cetak digital. Pengarang atau editor juga dapat mengubah atau memperbaiki naskahnya pada detik-detik terakhir proses cetak. Fleksibilitas semacam ini berisiko biaya besar jika dilakukan pada pencetakan konvensional karena perbaikan pada naskah yang akan dicetak berati penggantian film dan pelat cetak, di samping diperlukan waktu kerja lebih lama.</p>
<p><strong> Kenyamanan dengan POD</strong></p>
<p><em>Bagi Penerbit</em> Dengan tersedianya kemudahan cetak lewat cetak digital, maka pemikiran yang selanjutnya berkembang di antara para pengelola bisnis penerbitan buku adalah “Mengapa tidak mencetak sesuai kebutuhan atau permintaan pasar?” Jawabnya: “Bisa saja itu dilakukan.” Perwujudan dari keinginan di atas adalah apa yang disebut print on demand (POD). Mengapa disebut on demand? Karena kita dapat mencetak sesuai dengan permintaan atau kebutuhan. Tidak ada lagi keharusan (“kutukan”) jumlah tertentu dalam mencetak. Butuh cetak 100 eksemplar? OK! Kalau 50 eksemplar? Monggo! 10 eksemplar? Siapa takut? Permintaan dapat dilayani. Dengan demikian, apa implikasinya bagi penerbit atau siapa pun yang ingin mencetak buku? Penerbit dapat menghemat investasi dalam persediaan buku. Buku baru terbit—yang belum diketahui potensi pasarnya—dapat dicetak dengan jumlah terbatas terlebih dahulu. Jika buku tersebut “meledak” di pasar, penerbit pun dapat mencetaknya dalam jumlah besar. Demikian juga halnya dengan buku cetak ulang yang siklus hidup (life cycle)-nya sudah mulai turun. Buku itu dapat dicetak sesuai permintaan pasar.</p>
<p>Pasar hanya menghendaki 20, penerbit dapat memenuhinya tanpa harus khawatir stok menumpuk di gudang karena kelebihan cetak. Lingkaran nyaman selanjutnya dari POD adalah penerbit dapat menghemat biaya gudang. Tidak ada tumpukan stok buku nganggur, berarti penerbit tidak harus selalu menambah gudang. Kisah menyenangkan ini dapat ditarik terus hingga, misalnya, bahwa karena tidak harus menanam uang banyak di investasi persediaan buku, maka penerbit dapat menerbitkan lebih banyak judul buku, bahwa arus kas <em>(cash flow)</em> penerbit menjadi tidak tersumbat alias lebih lancar bin mulus.</p>
<p><em>Bagi Penulis <span style="font-style:normal;">Nah, jika anda penulis pemula yang sudah lama “dendam” terhadap penerbit karena naskah anda ditolak bolak-balik, POD membuka peluang bagi anda. Anda kini dapat menerbitkan sendiri buku anda. Artinya anda bisa jadi penerbit mandiri alias indie. Dengan POD, anda dapat mencetak buku anda sehemat mungkin, sesuai bujet. Bagi penulis, POD akan membuat anda dapat menentukan sendiri nasib naskah anda—mungkin juga nasib periuk nasi anda. Jika sebelumnya banyak penulis terhambat untuk lahir baru sebagai penulis, kini ada pisau bedah yang memungkinkan penulis melakukan Caesar bagi naskahnya. Anda bukan saja dapat mempercepat pencantuman profesi sebagai penulis di kartu nama anda, anda pun dapat menjaga integritas naskah anda.</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/digiopublishing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/digiopublishing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/digiopublishing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/digiopublishing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/digiopublishing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/digiopublishing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/digiopublishing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/digiopublishing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/digiopublishing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/digiopublishing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/digiopublishing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/digiopublishing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/digiopublishing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/digiopublishing.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=digiopublishing.wordpress.com&amp;blog=6994274&amp;post=9&amp;subd=digiopublishing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digiopublishing.wordpress.com/2009/04/19/mengapa-print-on-demand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee101f0cbcdaee0b99933df1e0d3d2b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gwidianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
